TAHAP
PERKEMBANGAN BERMAIN
Tahapan
Perkembangan Bermain
Menurut Jean Piaget Adapun tahapan kegiatan
bermain adalah sebagai berikut:
1. Permainan Sensori Motorik (± 3/4 bulan – ½
tahun)
Bermain diambil pada periode perkembangan
kognitif sensori motor, sebelum 3-4 bulan yang belum dapat dikategorikan
sebagai kegiatan bermain. Kegiatan ini hanya merupakan kelanjutankenikmatan
yang diperoleh seperti kegiatan makan atau mengganti sesuatu. Jadi merupakan
pengulangan dari hal-hal sebelumnya dan disebut reproductive assimilation.
2. Permainan Simbolik (± 2-7 tahun)
Merupakan ciri periode pra operasional yang
ditemukan pada usia 27 tahun ditandai dengan bermain khayal dan bermain
pura-pura. Pada masa ini anak lebih banyak bertanya dan menjawab pertanyaan,
mencoba berbagai hal berkaitan dengan konsep angka, ruang, kuantitas dan
sebagainya .
3. Permainan Sosial yang Memiliki Aturan (± 8-11
tahun)
Pada usia 8-11 tahun anak lebih banyak terlibat
dalam kegiatan games with rules dimana kegiatan anak lebih banyak dikendalikan oleh
peraturan permainan.
4. Permainan yang Memiliki Aturan dan Olahraga (11
tahun keatas)
Kegiatan bermain ini menyenangkan dan dinikmati
anak-anak meskipun aturannya jauh lebih ketat dan diberlakukan secara kaku
dibandingkan dengan permainan yang tergolong games seperti kartu atau kasti.
Ragam Kegiatan
Bermain Menurut Parten
1.
Unoccupied
Play (Anak hanya mengamati permainan, jika anak tertarik dengan permainan
yang diamati, anak akan masuk dalam permainan)
2.
Solitary
Play (Pada tahap ini anak hanya bermain sendiri. Anak mengabaikan kegiatan
berinteraksi. Biasanya berusia 2 atau 3 tahun)
3.
Onlooker
Play (Tahap ini adalah tahap anak sebelum ikut dalam kegiatan permainan
dalam sebuah lingkungan baru. Anak lebih dulu mengamati anak lain yang sedang
bermain, setelah itu anak akan ikut bergabung dalam permaman dengan kelompok
anak yang diamati sebelumnya.
4.
Parallel
Play (kegiatan bermain bersama dalam sebuah kelompok, namun anggota dalam
kelompok tersebut tidak melakukan interaksi. biasanya dilakukan oleh anak usia
3 4 tahun)
5.
Assosiative
Play (Pada tahap ini anak sudah terlibat sedikit komunikasi seperti bertukar
alat permainan)
6.
Cooperative
Play (Tahap ini adalah tahap bermain bersama. Pada kegiatan bermain
cooperative anak sudah berbagi tugas dan membuat aturan ketika bermain)
Tahapan Bermain Menurut Hurlock
Adapun
tahapan perkembangan bermain menurut Hurlock adalah sebagai berikut
1.
Tahapan
Penjelajahan (Exploratory Stage) : kegiatan mengenal objek atau orang lain,
mencoba menjangkau atau meraih benda dikekelilingnya lalu mengamatinya.
2.
Tahapan
Mainan (Toy Stage) : Tahap ini mencapai puncaknya pada usia 5 6 tahun. Antara 2
3 tahun anak biasanya hanya mengamati alat permainannya.
3.
Tahapan
Bermain (Play Stage) : pada masa ini jenis permainan anak semakin bertambah
banyak dan bermain dengan alat permain yang lama kelamaan berkembang menjadi
games, olahraga dan bentuk permainan yang lain yang dilakukan oleh orang
dewasa.
4.
Tahapan
Melamun (Daydream Stage) : Tahap ini diawali ketika anak mendekati masa
pubertas, dimana anak mulai kurang berminat terhadap kegiatanbermain yang
tadinya mereka sukai dan mulai menghabiskan waktu untuk melamun dan berkhayal.
Unity Of Science
Sesuai dengan firman Allah dalam QS. al-Hijr: 28 yang
berbunyi:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى خَٰلِقٌۢ
بَشَرًا مِّن صَلْصَٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ
Artinya:
Dan
(ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya
Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari
lumpur hitam yang diberi bentuk,
Esensi dari adanya tahapan dalam setiap proses
tumbuh-kembang anak, terindikasi secara dominan di dalam al-Quran, bahwasanya
penciptaan berbagai hal tidak sekaligus akan tetapi secara bertahap.
Komentar
Posting Komentar